Wakil Rakyat Bukan Hanya DPR
Jumat, 30 Desember 2011
Kenyataan ini rupanya disadari oleh anggota DPD RI hingga akhirnya DPD RI meluncurkan Lomba Blog dan Twit "Andai Saya Menjadi Anggota DPD RI". Keterangan lebih lanjut bisa ditengok di microsite lomba DPD. Dan contoh artikel blog kontesnya bisa dibaca di sini :D
written by inten @ 06.14,
,
Analisis Kasus Korupsi pada Lomba Keterampilan Siswa (LKS) SMK XVII dan Pameran SMK pada Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdiknas 2009
Selasa, 21 Juni 2011
A. Penyidik
Kejaksaan Agung
B. Kronologi kasus
13 Desember 2010
Kejaksaan Agung menetapkan Direktur Pembinaan SMK pada Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (MPDM)Kementerian Pendidikan Nasional, Joko Sutrisno sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor Print-204/F.2/Fd.1/12/2010 tanggal 13 Desember 2010. Joko Sutrisno merupakan orang keempat yang ditetapkan sebagai tersangka setelah
· Sukowiyanto (penanggung jawab proyek),
· Ir. Susilowati (Kasubdit SMK/Pejabat Pembuat Komitmen), dan
· Drs. Al Azhar (mantan Bendahara Pengeluaran Pembantu).
14 April 2011
Tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan penahanan terhadap keempat tersangka untuk memudahkan penyidikan. Untuk Joko Sutrisno dilakukan penahanan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung, Susilowati ditahan di Rutan Pondok Bambu Jakarta Timur, Sukowiyanto dan Al Azhar ditahan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Penahanan terhadap keempat tersangka dilakukan karena adanya alasan yang kuat sebagaimana diatur dalam pasal 21 KUHAP. Penahanan ini dilakukan karena dikhawatirkan tersangka akan melarikan diri, juga untuk menghindari kemungkinan tersangka melakukan pengrusakan atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana.
29 April 2011
Tepat pada pukul 15.00 WIB, keempat tersangka mengembalikan uang hasil korupsi senilai 2,2 M rupiah. Itikad baik ini memungkinkan keringanan masa hukuman bagi tersangka dalam pengadilan nanti. Pada tanggal ini Joko Sutrisno masih dalam tahap penyidikan sementara ketiga tersangka lainnya sudah dalam tahap penuntutan. Berhubung Joko Sutrisno masih berstatus sebagai tersangka, pejabat tersebut masih dapat bekerja sebagaimana biasa (sebelum ditahan, tentu). Ia bahkan dilantik sebagai Direktur oleh Mendiknas pada awal tahun ini.
Keempat pejabat ini baru dapat dinon-aktifkan untuk sementara dari kegiatan kantor jika berstatus sebagai terdakwa. Sedangkan mengenai pemberhentian mereka dari status PNS, baru dapat dipertimbangkan setelah turunnnya putusan pengadilan. Seorang PNS baru dapat dipecat setelah terdapat kekuatan hokum tetap yang menyatakan mereka bersalah dan menghukum mereka selama lebih dari lima tahun.
Tahapan yang dilalui dalam proses pemeriksaan suatu perkara pidana di pengadilan, antara lain:
· Penyelidikan
Untuk mengetahui apakah suatu peristiwa itu merupakan tindak pidana
· Penyidikan
Untuk mengetahui siapa saja orang yang dapat diduga melakukan tindak pidana. Orang ini disebut sebagai tersangka.
· Penuntutan
Proses di pengadilan dimana tersangka ditingkatkan statusnya jadi terdakwa serta dilakukan pemeriksaan (pembuktian kesalahannya) dan dari penuntutan kemudian hakim membuat keputusan tentang apakah si terdakwa bersalah, jika bersalah maka ia disebut sebagai terpidana.
C. Dugaan korupsi
Direktorat Pembinaan SMK Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendiknas pada tahun 2009, menyelenggarakan LKS dan Pameran SMK dengan anggaran Rp 13.846.445.000 dari APBN. Dari sejumlah anggaran tersebut, sekitar sebesar Rp 7.506.191.000 ditenderkan untuk penyelengaraan kegiatan, dan Rp 6.340.254.000, oleh Joko Sutrisno diswakelolakan.
Namun, pertanggungjawaban keuangan atas penggunaan dana swakelola direkayasa oleh bendahara Al Azhar. Berdasarkan hasil rapat yang dipimpin oleh Joko Sutrisno, menurut Al Azhar, telah dilakukan pemotongan dana sebesar Rp 1.498.400.000 yang digunakan untuk kepentingan pribadi oleh keempat tersangka . Atas perbuatan para tersangka ini, negara diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp 2 miliar.
D. Analisis kasus
Kasus ini dapat dianalisis menurut Pasal 2 UU No.31 Tahun 1999 jo UU No. 20 Tahun 2001. Unsur-unsur yang harus dipenuhi untuk mendefinisikannya sebagai korupsi antara lain:
1. Setiap Orang
Fakta: perbuatan dilakukan oleh empat orang, yaitu Joko Sutrisno, Sukowiyanto, Susilowati, dan Al Azhar. Keempatnya ialah WNI dan pejabat di lingkungan kemendiknas.
2. Memperkaya diri sendiri, orang lain, atau suatu korporasi
Fakta: Bendahara pengeluaran pembantu, Al Azhar, merekayasa pertanggungjawaban keuangan atas penggunaan dana swakelola yang diamanahkan pada Joko Sutrisno. Dana sebesar Rp 1.498.400.000 digunakan untuk kepentingan pribadi oleh keempat tersangka.
Dengan demikian, perbuatan ini memperkaya aset pribadi keempat tersangka.
3. Dengan cara melawan hukum
Fakta: anggaran dari APBN untuk LKS dan Pameran SMK sebesar Rp 13.846.445.000 yang seharusnya digunakan seluruhnya bagi penyelenggaraan kegiatan malah diselewengkan Rp1.498.400.000 untuk kepentingan pribadi. Terdapat rekayasa pertanggungjawaban dana.
Hal tersebut melanggar Keputusan Presiden No.42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
· Pasal 10 ayat 3:
Pimpinan dan atau pejabat departemen/lembaga/pemerintah daerah tidak diperkenankan
melakukan pengeluaran atas beban anggaran belanja negara untuk tujuan lain dari yang
ditetapkan dalam anggaran belanja negara.
· Pasal 12
(1) Pelaksanaan anggaran belanja negara didasarkan atas prinsip-prinsip sebagai berikut:
a. hemat, tidak mewah, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan teknis yang disyaratkan;
b. efektif, terarah dan terkendali sesuai dengan rencana, program/kegiatan, serta
fungsi setiap departemen/lembaga/ pemerintah daerah;
c. mengutamakan penggunaan produksi dalam negeri.
· Pasal 57
(1) Kepala kantor/satuan kerja/pimpinan proyek/bagian proyek wajib menyelenggarakan
pembukuan atas uang yang dikelolanya dan penatausahaan barang yang dikuasainya,
serta membuat laporan pertanggungjawaban mengenai pengelolaan uang dan barang
yang dikuasainya kepada kepala instansi vertikal atasannya.
(2) Disamping pembukuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala kantor/satuan
kerja/pemimpin proyek/bagian proyek dan bendaharawan untuk kegiatan yang bersifat
fisik wajib menyelenggarakan pencatatan secara tertib sehingga setiap saat dapat
diketahui :
a. keadaan/perkembangan fisik kegiatan/proyek;
b. perbandingan antara rencana dan pelaksanaannya;
c. penggunaan dana bagi pengadaan barang/jasa;
d. akumulasi pengeluaran untuk setiap bangunan dalam pengerjaan
4. Dapat merugikan keuangan Negara atau perekonomian Negara
Fakta: Negara dirugikan sebesar Rp 2,2 Miliar (menurut keterangan ahli dari BPKP) .
Kasus ini telah memenuhi keempat unsur rumusan korupsi menurut pasal 2 UU No. 31 Tahun 1999 jo UU No.21 Tahun 2001 sehingga kasus ini layak disebut sebagai Tindak Pidana Korupsi.
Hukuman bagi tindak pidana yang merugikan keuangan Negara ini ialah
· pidana penjara seumur hidup, atau
· pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda minimal Rp200.000.000 dan maksimal Rp 1M.
Hukuman ini tidak termasuk pengembalian kerugian Negara yang harus dilakukan oleh koruptor. Pengembalian kerugian yang dilakukan oleh keempat tersangka memungkinkan pengurangan masa hukuman yang dijatuhkan di pengadilan nanti. Namun seberapa besar hal itu berpengaruh, tergantung pada pertimbangan hakim nantinya.
Bagaimanapun, tindakan mengembalikan kerugian Negara ini merupakan hal yang patut dipuji dan selayaknya diusahakan agar semakin banyak dipraktekkan oleh koruptor lainnya. Adalah tugas para penegak hukum dan masyarakat sebagai pengawas pelaksanaan hokum untuk memberikan tekanan hebat-dari segi hukum, moral, dan social- kepada koruptor untuk berhenti berkelit dan bersedia mengembalikan hasil korupsinya demi mencegah kerugian Negara yang lebih besar lagi. Sulit memang, tapi bukan berarti tidak mungkin. Bagaimanapun para koruptor masih manusia, semoga saja belum menjadi iblis yang terlanjur bangga dengan tipu muslihatnya.
Sumber: tempointeraktif.co.id, liputan6.co.id, indopos.co.id, sergaptkp.com, detikNews.com, id.answers.yahoo.com, mediaindonesia.co.id, dan buku Memahami untuk Membasmi yang diterbitkan KPK.
Label: Lawan Korupsi
written by inten @ 05.51,
,
Kreatif A La Bu Mila
bu Mila niih..
Kalimangso. Mahasiswa STAN mana yang tidak kenal daerah ini? Kalimangso ialah contoh nyata pasar persaingan monopolistik dalam teori mikroekonomi. Daerah tepat di belakang kampus STAN ini dijejali usaha fotokopian, warung makan, warung kelontong, dan kos-kosan. Di jalan utamanya saja terdapat sekira lima belas warung kelontong kecil maupun besar, dari yang hanya menjual snack dan makanan hingga yang sudah menyediakan sayur-sayuran, bumbu, juga alat rumah tangga. Jangan tanya berapa banyak warung makannya.
Dari belasan warung kelontong yang ada di Kalimangso ini, ada satu yang paling berkesan di hati. Warung bu Mila namanya. Warungnya memang kecil, hanya berukuran 1x3 meter. Letaknya pun bukan di jalan utama Kalimangso. Kau harus menyusuri gang yang tersembunyi di antara fotokopian Uda dan Lexie untuk menemukannya. Belum lagi warung imut ini diapit empat warung sejenis yang berjarak hanya 15-25 meter darinya. Barang yang dijual pun hampir sama dengan kebanyakan warung lain: snack, roti, minuman, kosmetik, serta kebutuhan rumah tangga.
Cemilan kreatif
Hebatnya, warung ini dapat senantiasa bertahan bahkan memiliki banyak langganan setia. Tiap pagi, para langganan ini mengantri di depan warung untuk membeli nasi kuning buatan bu Mila. Biar tampang masih kucel dan belum gosok gigi, yang penting dapet nasi kuningnya bu Mila! Soalnya kalau sedang ramai, jam 7 pagi nasi kuningnya sudah akan ludes oleh mahasiswa dan warga yang ingin mendapat sarapan enak plus mengenyangkan dengan hanya bermodal tiga sampai empat ribu saja (empat ribu kalau tambah telur). Belum lagi sering dapat bonus gorengan juga :9.
Eits, bukan itu saja yang membuat bu Mila punya banyak langganan setia. Tidak seperti warung lain yang mengandalkan barang/makanan dari produsen semata, bu Mila berinisiatif untuk menjadi produsen juga. Makanan buatannya antara lain:
· Gorengan aneka macam
· Es pisang
· Kentang bumbu
· Singkong bumbu
· Kue sus
· Roti goreng
· Sate donat
· Bubur sumsum
· Es nutrijel
Semua bisa didapat dengan 500 rupiah saja!
Nah, sepanjang pengamatanku, tidak ada warung kelontong lain yang menyediakan ini semua kecuali bu Mila! Sayang sekali aku tidak dapat menyediakan gambar cemilan-cemilan nan menggoda ini. Soalnya pas diwawancara, kebetulan tinggal gorengan dan bubur sumsum yang tersisa. Berikut kudeskripsikan beberapa cemilan tersebut:
Es Pisang
Merupakan pisang kecil yang ditusuk oleh tusukan sate lalu dibekukan di freezer. Ketika ada yang hendak membelinya, pisang yang sudah beku tersebut dikeluarkan dari freezer lalu dicelupkan dalam cairan coklat. Dan hasilnya..taraa.. pisang dingin yang penuh berlumur cokelat (yang ikut beku juga). Cukup dengan lima ratus perak, mulutmu akan bisa merasakan sensasi dingin dan manisnya.
Singkong Bumbu
Kentang yang dipotong kecil-kecil kemudian digoreng lalu diberi bumbu? Sudah biasa. Tetapi singkong yang diberi bumbu? Sudahkah kamu mencobanya? Ternyata ada triknya supaya singkong enak dikunyah dan tak jadi keras saat digoreng. Singkong direbus dulu, lalu digoreng. Singkong yang diangkat dari penggorengan adalah singkong yang sudah retak dan terpisah. Jadi saat pengangkatannya tidak bersamaan. Semua pengetahuan ini didapat bu Mila dari mencoba-coba sendiri lho.
Roti goreng
Berupa roti-roti kecil yang berisi cokelat, stroberi, atau sayuran. Enak,unik, dan (lumayan) mengganjal perut! Hehe.
Sate donat
Donat yang ditaburi meises warna-warni dan ditusuk oleh tusukan sate. Cemilan ini paling disukai anak-anak. Mungkin karena penampakannya yang lain dari donat lain ya.
Proses kreatif
Semua cemilan di atas dibuat dengan proses coba-coba. Untuk mengisi waktu luang saat menjaga warung, bu Mila iseng membuat adonan atau menggoreng-goreng sesuatu. Tak jarang adonan yang dibuatnya gagal atau hasilnya tak sesuai harapan. Pasalnya, bu Mila memang tidak memiliki dasar pengetahuan untuk membuat jajanan-jajanan tersebut. Untuk roti goreng misalnya, perlu lima kali kegagalan untuk menemukan formula yang tepat dalam menghasilkan roti yang renyah dan mengembang. Membuat kulit risoles pun, “sering gagal waktu pertama bikin kulitnya. Harus ga terlalu tebal tapi juga ga terlalu tipis”, begitu tuturnya.
Ide-ide camilan tersebut biasanya didapat dari jajanan pasar. Misalnya roti goreng yang selama ini tidak ada isinya lalu diisi cokelat, sayur, atau stroberi. Seminggu dua kali bu Mila belanja, menjelajah pasar. Bahan-bahan yang dibeli kemudian diolah, sendiri. Untuk berjualan nasi kuning pun, tiap hari bu Mila bangun jam 2 subuh lalu memasak hingga jam 4 subuh, semua dilakukan sendiri.
Semua kerja keras dan inovasi ini terbayar oleh reaksi pembeli. Semua cemilan selalu habis dalam sehari. Bahkan kehadirannya selalu ditunggu dan dicari-cari. Hasil warung ini dapat digunakan untuk uang belanja sehari-hari keluarga bu Mila dan ongkos sekolah dua anaknya yang masih SMA dan (baru lulus) SD.
Pesan beliau selalu, “Jangan takut gagal! Teruslah mencoba!”
Tetaplah kreatif bu Mila! :)
Label: KSPK
written by inten @ 05.18,
,
GRATIS!!
Sabtu, 18 Juni 2011
GRATIS
Lamat-lamat kudengar bunyi di kejauhan. Berulang-ulang, menggugah kesadaran. Aih, ternyata bunyi alarm pagi. Pagi kesekian ribu yang kujelang dalam alunan kokok ayam-ayam tetangga. Berisik, tapi menyenangkan. Menyenangkan karena berisik (loh?). Ga deng, maksudku, menyenangkan karena masih ada ayam yang suaranya bisa dengan gratis kudengar, tanpa harus kubeli atau kuberi makan tiap hari. Kan perlu uang tuh.
Oya, pernah dengar ungkapan, ‘uang menentukan segalanya’? bahwa ‘hidup perlu uang, uang perlu untuk hidup’? (kalo ga pernah setidaknya sekarang udah dengar lah ya).
Menurutmu, benarkah ungkapan itu?
Let’s see. Dimulai dari istilah ‘hidup’ itu sendiri. Bagaimana aku, kamu, ayam, dan pohon srikaya di halaman rumah dapat dikatakan ‘hidup’? Yap, semua makhluk itu hidup karena ada jiwa yang tersimpan dalam tubuhnya. Jiwa kita telah ada jauh sebelum raga khusus kita dicipta. Jiwa yang belum punya raga menunggu antrian seperti halnya antrian untuk menaiki kendaraan roller coaster untuk merasakan dunia. Apakah jiwa perlu membayar Tuhan untuk bisa menaiki raga itu? Apakah jiwa membayar malaikat supaya bisa menyerobot antrian dan memasuki dunia lebih cepat? Tidak tidak. Jiwa, diciptakan dengan gratis. Bisa menaiki raga dengan gratis. Diberi fitrahpun, tanpa memungut bayaran. Lalu dilahirkan, free of charge. Melahirkan? Gratis juga kok. Yang ga gratis tu jasa dukun beranaknya.
Eit eit, siapa bilang manusia diciptakan dengan gratis? Bukankah Tuhan meminta ‘bayaran’ berupa ibadah dalam waktu-waktu yang ditentukan? Amboi, mungkin ada yang tercetus pikiran seperti itu. Tak perlu malu mengakuinya, saya pun kadang berpikir begitu. Tapi kemudian kujawab sendiri, memangnya Tuhan bertambah kaya jika kita beribadah pada-Nya? Apakah Tuhan akan makin sengsara bila manusia tak menyembah-Nya? Takkan berkurang atau bertambah kuasa-Nya, peduli amat ada yang menyembah atau tidak. Sungguh, jika direnungkan, inti dari semua ibadah: sholat 5 waktu, nyanyian kudus, puja-puji pada dewa,etc adalah do’a. Harapan, permintaan manusia kepada Tuhan. Nah lho, Tuhan justru memerintahkan kita untuk meminta pada-Nya. Bandingkan bila kita meminta dokter untuk memeriksa kesehatan kita. Istilah imperialnya: General Check Up. Akan habis berapa ratus ribu rupiah? Tetapi saat kita meminta Tuhan menjaga kesehatan kita, berapa yang kita bayar? Gratis, kawan.
Lalu lalu, untuk hidup kan perlu sandang-pangan-papan tuh. Nah nah kalo yang ini, untuk bisa mendapatkannya memang identik dengan kebutuhan terhadap uang. Ga gratis bo. Tapi guys, uang hanya bisa membelinya. Yang membuat kita dapat melihat indahnya makanan berwarna-warni: mata. Yang membuat kita merasakan harumnya makanan: hidung. Yang mengantarkan enaknya rasa makanan: lidah. Yang membuat kamu merasakan nikmatnya membuang sisa makanan dari tubuh: anus (ups, ga niat jorok kok). Bayangkan bila makanan bertumpah ruah terhidang di hadapan kita, tapi kita ga punya mata,hidung, lidah, dan anus untuk menikmatinya. Mungkin kita bahkan ga akan menyadari ada makanan di sana! Terus, gimana cara kita mendapatkan mata, hidung, lidah, dan anus? Yap, lagi-lagi gratis. Ehm, itu baru tentang makanan, belum lagi pakaian, rumah, de el el, itu mah silakan dikembangkan sendiri yah.
Oke, yang di atas tadi baru kebutuhan primer. Kalo kebutuhan sekunder macam pendidikan, kesehatan, dan keamanan, bisakah gratis? Bisa-bisa aja. Di Indonesia, banyak kok beasiswa pendidikan, banyak zakat yang tidak dikorupsi, dan banyak juga tangan-tangan dermawan yang terulur untuk membantu. Tak perlu hanya berharap dari pemerintah, ntar kelamaan nunggu malah ngutuk-ngutuk sendiri. Atau kalo gengsi nerima bantuan orang lain tapi ingin gratis, didiklah diri sendiri dari lingkungan yang ada. Guru terbaik adalah pengalaman, bukan? Ga cuma pengalaman kita tapi juga beribu-ribu orang sebelum kita. Itu bisa didapatkan langsung dari obrolan-obrolan, atau lewat buku perpustakaan kota yang Insya Allah gratis. Lalu tentang kesehatan, tiru saja nabi Muhammad SAW, yang seumur hidupnya hanya pernah sakit dua kali (CMIIW). Kok bisa? Ada tips n triknya, tapi lum bisa saya sampaikan di sini, nanti kepanjangan artikelnya (padahal mah karena lupa aja, hehe). Kalo penasaran monggo search di mbah Google, insya Allah sudah banyak yang membahasnya.
Terus kalo kebutuhan tertier macam kebutuhan rekreasi? Aiih,, kita ini hidup di tempat rekreasi, kawan. Mau wisata rohani? Lihatlah (dan santuni) warga-warga sekitar yang belum dapat memenuhi kebutuhan hidup yang layak. Mau wisata alam? Lihatlah langit setiap matahari terbit, tenggelam dan saat bulan bercahaya.. Lebih indah lagi kalo lagi di kampung, melihat kunang-kunang bersaing dengan bintang atau indahnya air yang terjun dari ketinggian sekian puluh meter. Sungguh, Tuhan telah menyediakan segalanya untuk kita. Gratis.
So so, menurutmu benarkah ungkapan ‘hidup perlu uang, uang perlu untuk hidup’?. Kalo menurutku,,Ya, uang memang perlu, tapi kita tetap bisa hidup, dengan atau tanpa uang. Hidup gratis! Asal bukan gratis-fikasi,,
Kulirik jam. Aih sudah pukul 07.30. Saatnya bersiap kuliah. Gratis ;-D
# kutulis artikel ini atas permintaan dosen KSPK ku untuk menulis artikel yang dapat mencerminkan diri sendiri. Mengapa tema ini yang kupilih? Karena ketika kutanya pada kawan kosan: kata apa yang menggambarkan diriku? Serentaklah dijawab: uang. T-T.
nb: gambar dikopi dari genkupat.blogspot.com
Label: KSPK
written by inten @ 10.37,
,